Strategi Memilih Desain Atap yang Sejuk

On 2018-12-03, in Tips, by editor

Ada di dalam rumah tapi berasa panas seperti di luar ruangan? Mungkin ada yang salah dengan desain rumah Anda. Sudah pernah mempertimbangkan desain atap yang pilih? Karena bisa jadi kesalahan dalam pemilihan desain atap lah yang menjadikan interior rumah Anda bak di sauna. Alhasil Anda kerap mencari strategi mengatasi itu yang salah satunya adalah dengan memilih desain atap yang sejuk. Atap merupakan bagian dari bangunan yang salah satu fungsinya sebagai penangkal cuaca seperti hawa panas yang menyengat dan hujan. Pada dasarnya, terdapat beberapa prinsip yang bisa digunakan dalam merancang atap yang sejuk. Demi memberikan kenyamanan keluarga Anda di rumah, inilah strategi memilih desain atap yang sejuk dari kami:

Naungi Hampir Seluruh Bangunan

Usahakan agar atap menaungi sebagian besar kediaman Anda. Atap yang dimaksud di sini adalah jenis atap miring yang biasanya dibuat secara konvensional menggunakan penutup atap genteng. Sebenarnya atap dak juga sudah lazim digunakan, tapi atap dak beton terasa kurang dingin karena atap ini langsung meneruskan panas ke bagian bawahnya, apalagi bila tanpa menggunakan plafon. Karena itu lebih disarankan untuk menggunakan atap konvensional atau atap miring baik dengan konstruksi kayu atau lainnya. Dalam strategi memilih desain atap yang sejuk tentunya perlu memperhatikan kesan bangunan yang ingin dicapai. Mengingat kita tinggal di negara tropis, arsitektur bangunan harus dapat menangani faktor alam berupa cuaca yang sering panas menyengat, karena itu bentuk atapnya harus disesuaikan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah mengusung tema modern oleh perumahan dan ruko yang kurang memperhatikan masalah iklim dan penanganan yang tepat. Akibatnya adalah bagian dalam rumah menjadi lebih panas dan harus mengandalkan AC yang banyak.

Gunakan Sudut Kemiringan Atap Serta Plafon Tinggi

Kemiringan atap juga nantinya menentukan berapa volume ruang di bawah atap (di atas plafon) yang tercipta dari desain atap itu sendiri. Kemiringan diatas 35 derajat merupakan standar kemiringan yang baik, dan bila lebih dari itu biasanya akan menambah ruang dibawah atap, misalnya dengan kemiringan 45 bahkan 60 derajat seperti rumah-rumah jaman kolonial Belanda. Dengan cara ini bagian dalam rumah akan menjadi lebih sejuk tanpa menggunakan AC.

Buat Lubang Di Bawah Atap

Ini adalah rahasia umum yang ada di rumah-rumah lama bahwa lubang pada plafon itu dibutuhkan agar udara panas di dalam nya bisa mengalir keluar, dengan demikian lubang tersebut akan mendinginkan bagian dalam plafon sebelum panas sempat turun ke bawah. Tentunya untuk plafon yang berlubang ini perlu ditutup, misalnya dengan kasa nyamuk yang perlu dibersihkan secara berkala. Cara ini merupakan salah satu cara jitu dalam menentukan strategi memilih desain atap yang sejuk namun tak ingin merubah jenis atap alias bongkar rangka atap.

Hindari Aplikasi Atap Dak

Seperti yang sudah sedikit dibahas pada poin nomer 1, atap dak kurang sesuai untuk bangunan di Indonesia yang beriklim tropis ini. Meski memang desain yang berkembang saat ini kadang memberikan tuntutan yang lebih dari segi tampilan bangunan, terlebih untuk gaya arsitektur modern murni yang seringkali menggunakan atap dak. Atap miring tetap menjadi jenis atap terbaik untuk rumah karena adanya ruang di bawah atap dan juga kesesuaiannya untuk memayungi bangunan dari panas dan hujan. Untuk jenis ini agak sulit sebagai strategi memilih desain atap yang sejuk, pasalnya atap dak sudah paten, jika tetap mencari strategi lain maka buatlah desain rumah dengan sedikit aksen. Sebaiknya lagi aplikasikan jenis atap ini pada bagian tertentu, misalnya carport, gudang, kamar mandi atau bagian lain yang tidak dihuni dalam jangka lama.

Gunakan Kanopi Untuk Exterior Tambahan

Kanopi itu diibaratkan seperti topi yang digunakan untuk bagian-bagian tertentu pada bangunan, seperti teras, balkon atau di bagian atas jendela. Terdapat berbagai macam material pembuat kanopi, contohnya kanopi dari bahan cor beton, besi dan polikarbonat, atau kanopi dengan bahan kayu dan genteng. Kanopi ini berfungsi utama untuk memayungi bagian-bagian yang perlu atau bisa terekspos sinar matahari atau hujan, seperti teras, jendela, dan pintu. Di sisi lain, kanopi juga memberikan pembayangan pada area-area tersebut agar lebih dingin.

Tambahkan Pergola

Pergola atau naungan jenis lainnya bisa digunakan juga untuk menambah kesejukan dan mengurangi panas di sekitar bangunan rumah. Pergola dan naungan akan memberikan pembayangan agar pengerasan (lantai yang disemen, dikeramik atau ditutup) bisa lebih dingin. Manfaat lainnya, benda ini bisa sebagai dekorasi yang bisa ditambahkan dengan tanaman merambat, tirai, dan lampu cantik untuk tempat santai dan sebagainya. Proses pembangunan rumah memerlukan pemahaman yang baik. Ada hal-hal yang harus dipertimbangkan lebih dulu, salah satunya adalah faktor cuaca di lingkungan tempat tinggal. Selain mendesain badan rumah, atap juga tak boleh dilupakan. Jangan sampai salah mendesain membuat hasil akhir hunian Anda tak nyaman untuk tempat tinggal Anda sekeluarga.

Lalu bila sudah selesai dan serasi antara semua aspeknya, isilah interior kediaman Anda dengan furnitur yang menarik. Semoga bermanfaat!

Clearance PromotionBuy NowSpecial DiscountPromo Decra
Order Now Informasi tehnik Join Us