Penyebab Atap Bocor

On 2019-06-24, in Tips, by editor

Musim hujan merupakan  ujian yang sangat berarti bagi sebuah bangunan. Ini juga menjadi semacam pertaruhan bagi desainer dan kontraktor. Masalah utama yang paling sering muncul saat hujan terutama di rumah adalah kebocoran. Bagian rumah yang paling sering bocor tentunya atap, karena atap merupakan bagian rumah yang berhadapan langsung dengan air hujan. Sebelumnya pernah dituliskan beberapa kesalahan dalam membangun sebuah rumah. Namun kali ini ditambahkan dengan kesalahan membangun yang menjadi Penyebab Kebocoran pada Atap Rumah.

Kebocoran atap tidak hanya terjadi karena kesalahan dalam desain atap atau posisi dan kemiringan atap. Kebocoran juga seringkali terjadi karena kesalahan dalam aplikasi material. Material atap yang pemasangannya tidak sesuai prosedur kemungkinan besar akan bermasalah. Misalnya atap genteng yang memerlukan kemiringan minimal 35 derajat, atap alang-alang yang perlu banyak lapisan untuk tidak bocor atau atap dak beton yang perlu sistem drainase yang baik.

Kebocoran atap walaupun sedikit jika dibiarkan lama-lama akan menimbulkan masalah serius dengan bagian-bagian lain di bawah atap. Bagian lain yang paling rawan itu adalah flafon. Kebocoran atap mengakibatkan plafon bercak, rusak ataupun jebol.

Adapun beberapa faktor penyebab kebocoran atap secara umum (terutama pada rumah tinggal) seperti yang telah dirangkum dijelaskan dalam daftar berikut :

1. Adanya bagian atap yang rusak atau berlubang, misalnya genteng yang retak, atap asbes yang retak dan lainnya.

2. Posisi atap yang tidak rapat dan adanya celah rembesan antar kepingan atap, terutama untuk atap genteng.

3. Ukuran kepingan atap yang tidak sama, hal ini bisa saja terjadi karena perbedaan produsen atau merek atap yang digunakan.

4. Masalah pada kerpus/nok untuk atap genteng. Biasanya ada keretakan pada campuran di bawahnya.

5. Sampah atau kotoran yang menyumbat aliran atap, yang mengakibatkan rembesan pada celah atap.

6. Ukuran pipa drainase yang terlalu kecil, sehingga bila hujan lebat tidak kuat menampung aliran air hujan.

7. Umur atap yang sudah lama sehingga bisa mengakibatkan adanya keropos pada atap, terutama terjadi pada atap seng yang berkarat.

8. Bekas paku pada atap seng dan asbes yang tidak ditambal bisa mengakibatkan kebocoran.

9. Adanya kebocoran pada beton untuk atap dak/datar. Untuk itu perlu di tes genangan air saat membuat atap dak.

10. Kemiringan atap yang kurang sesuai dengan jenis atap yang digunakan.

11. Konstruksi atau rangka atap yang melengkung akibat material atap yang terlalu berat.

12. Desain atap yang kurang ideal, biasanya atap limasan yang berbelok atau berbentuk L rawan bocor pada belokannya.

13. Talang air yang kurang dalam. Untuk atap yang pinggirnya mengguakan talang air harus cukup dalam atau cukup besar jika menggunakan pipa agar mampu menampung air untuk hujan lebat.

14. Atap yang disambung atau tambal sulam sangat rawan bocor, dalam desain dan konstruksi usakahan aliran air jelas.

15. Skylight dengan material atap yang berbeda juga sering menjadi sumber kebocoran.

Setiap jenis atap memiliki cara pemasangan dan perawatan yang berbeda-beda. Selain itu setiap jenis atap juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Demikianlah penyebab kebocoran atap. Selain beberapa faktor di atas tentunya masih ada lagi faktor lainnya. Semoga bermanfaat.

Clearance PromotionBuy NowSpecial DiscountPromo Decra
Order Now Informasi tehnik Join Us