Lumut Tak Sekadar Jelek, Ini Cara Lumut Melemahkan Atap Secara Fisik

Mengapa lumut muncul di atap? Di sinilah banyak pemilik rumah keliru. Lumut bukan cat
hijau yang menempel. Lumut adalah organisme yang menyimpan air dan menempel pada permukaan. Berikut beberapa efek fisik lumut yang menumpuk
seiring waktu pada atap:
1. Lumut
mempercepat pelapukan
Atap yang sehat itu cepat kering. Saat lumut menutup
permukaan, air hujan tertahan lebih lama. Akhirnya lapisan pelindung
permukaan lebih cepat aus dan material mengalami siklus basah
& kering yang agresif, memicu retak mikro.
2. Lumut membuka jalan untuk jamur dan mikroorganisme
lain
Lumut sering mengundang kawan-kawannya, seperti
jamur, alga, dan mikroba
lain. Alhasil, permukaan jadi lebih licin, lembap dan lebih cepat berubah
tekstur dan rapuh.
3. Mengganggu sambungan, celah, dan detail krusial
Masalah terbesar sering terjadi di titik rawan, yaitu di
sambungan lembaran, nok/kerpus (puncak atap), pertemuan atap dengan dinding dan
sekitar talang dan flashing. Ketika lumut menebal di area ini bisa menyimpan
kotoran dan air sehingga menyebabkan kebocoran.
4. Risiko kerusakan struktural tidak langsung
Mungkin Anda berpikir lumut hanya di luar. Namun setelah
kebocoran kecil terjadi dan dibiarkan rangka atap bisa lembap, kayu berisiko
lapuk, baut/komponen tertentu bisa korosi. Jadi, lumut sering menjadi pintu
masuk masalah yang jauh lebih mahal.
Bahaya lumut atap bukan hanya soal penampilan. Oleh karena itu,
langkah paling cerdas bukan menunggu atap rusak. Mulailah dari inspeksi
sederhana, bersihkan jalur air, kurangi area lembap, dan lakukan pencegahan
agar lumut tidak kembali.
