2 February 2026

Lumut Tak Sekadar Jelek, Ini Cara Lumut Melemahkan Atap Secara Fisik

Mengapa lumut muncul di atap? Di sinilah banyak pemilik rumah keliru. Lumut bukan cat hijau yang menempel. Lumut adalah organisme yang menyimpan air dan menempel pada permukaan. Berikut beberapa efek fisik lumut yang menumpuk seiring waktu pada atap:

1. Lumut  mempercepat pelapukan

Atap yang sehat itu cepat kering. Saat lumut menutup permukaan, air hujan tertahan lebih lama. Akhirnya lapisan pelindung permukaan lebih cepat aus dan material mengalami siklus basah & kering yang agresif, memicu retak mikro.

2. Lumut membuka jalan untuk jamur dan mikroorganisme lain

Lumut sering mengundang kawan-kawannya, seperti  jamur, alga, dan mikroba lain. Alhasil, permukaan jadi lebih licin, lembap dan lebih cepat berubah tekstur dan rapuh.

3. Mengganggu sambungan, celah, dan detail krusial

Masalah terbesar sering terjadi di titik rawan, yaitu di sambungan lembaran, nok/kerpus (puncak atap), pertemuan atap dengan dinding dan sekitar talang dan flashing. Ketika lumut menebal di area ini bisa menyimpan kotoran dan air sehingga menyebabkan kebocoran.

4. Risiko kerusakan struktural tidak langsung

Mungkin Anda berpikir lumut hanya di luar. Namun setelah kebocoran kecil terjadi dan dibiarkan rangka atap bisa lembap, kayu berisiko lapuk, baut/komponen tertentu bisa korosi. Jadi, lumut sering menjadi pintu masuk masalah yang jauh lebih mahal.

Bahaya lumut atap bukan hanya soal penampilan. Oleh karena itu, langkah paling cerdas bukan menunggu atap rusak. Mulailah dari inspeksi sederhana, bersihkan jalur air, kurangi area lembap, dan lakukan pencegahan agar lumut tidak kembali.